Ratusan Guru Ikuti Seminar Literasi Digital Pergunu Cibatu Garut

Share

Garut – Pelatihan literasi digital sangat penting untuk generasi milenial dan para pegiat pendidikan. Hal itu ditekankan Ketua Pengurus Anak Cabang PAC Pergunu Cibatu, Ust. Agus Sobarudin, S.Pd, dalam acara pembukaan pelatihan literasi digital yang terselenggara berkat kerjasama Fagar, UPI, UT, Disdik Garut, GM Therapy di Pesantren Darul Mu’minin Cibatu Garut Jawa Barat, Sabtu (12/11).

“ kita sebagai pendidik harus peka dengan perkembangan teknologi, di hadapan kita ada beragam tantangan besar dan sangat berat. Jika kita hanya menyampaikan materi tanpa ditopang penguasaan teknologi, maka peran kita bisa tergeser oleh berbagai aplikasi edukasi yang tersebar di smartphone.” Ucap Ustadz Agus.

Dari pantauan redaksi Nampak hadir ratusan guru dan pegiat pendidikan yang datang dari berbagai penjuru kabupaten Garut. Turut hadir, Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama PC Pergunu Garut KH Muhlis, M.Pd, Rais Syuriah MWC NU Cibatu KH Asep A Yani Jaelani, Ketua PAC Pergunu Limbangan, Ustadz Endang, Kaprodi Pendidikan Fisika UPI Bandung, Dr Achmad Samsudin, M.Pd, Master Hypno Jabar Roni Yanuar, S.Sos, Cl, Pimpinan Pesantren Darul Mu’minin Kiai Aceng Fuad Hasim, Pengurus Aswaja Center Nahdlatul Ulama Jawa Barat H Abdul Hadi Hasan, Lc.

Sementara Ketua Pergunu Garut, Kiai Muhlis dalam kata sambutannya menyatakan bahwa Pimpinan Cabang Pergunu Garut mengucapkan selamat kepada para guru karena telah meluangkan waktu mengikuti acara seminar literasi digital, “ Kegiatan ini sangat penting diikuti oleh seluruh pegiat pendidikan dan saya begitu antusias dan mengapresiasi gerakan para pengurus PAC Pergunu Cibatu yang selalu aktif dalam meningkatkan kompetensi para guru dan peserta didik.” Jelas Kiai asal Malangbong.

Pada kesempatan yang sama Rais Syuriah MWC NU Cibatu, Kiai Asep memaparkan kemuliaan mendidik di era milenial. Dunia pendidikan berbasis digital karena teknologi semakin berkembang hingga membuahkan manfaat dan madarat. “ Kita ini guru yang dipercaya oleh Allah sebagai pendidik umat, maka harus fokus pada satu titik agar melahirkan putra putri unggul bukan generasi lemah, kuasai teknologi dan menyatu di era digital dengan menguasai berbagai metode pendidikan mutakhir, batasi anak dari smartphone sebagaimana para Kiai yang sukses mendidik santri.” Tegas Kiai yang memimpin Pesantren Nurul Qodir.

Kiai Asep mengakhiri pemaparannya dengan mengetuk meja tanda acara seminar literasi digital dibuka secara resmi. Patut diketahui, acara seminar yang dilaksanakan sejak pagi hingga sore itu mengangkat tema, “ Meningkatkan Kapasitas Tenaga Pendidik Dalam Stabilisasi IT di Era Globalisasi dan Digitalisasi Pendidikan.”

(Hady Hasan)

Leave A Reply