Pergunu Depok bahas Pemimpin dalam Islam menurut Al Quran dan Sunnah

Share

Margonda Depok – SMP Lazuardi Al Falah mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah bagi seluruh pengurus OSIS yang terpilih pada 2019. Kegiatan LDKS dilaksanakan di Ruang serbaguna Sekolah SMP Lazuardi Al Falah di Jl. Margonda Kota Depok Jawa Barat. (8/9/19)

Panitia LDKS SMP Lazuardi Al Falah menyelenggarakan kegiatan tersebut selama tiga hari, Jum’at sd Minggu, 6-8 September 2019 dan menghadirkan beberapa pemateri dari luar sekolah.

Diantara pemateri yang dihadirkan adalah, Ust. Acep Pudoli, M.Pd ( Ketua Pergunu Depok) Ust. Abdullah Noer, SS ( Wakil Ketua Pergunu Depok) Ust. Heru Hermanto, M.Pd ( Sekretaris Pergunu Depok) H. Abdul Hadi Hasan, Lc ( Lembaga Ta’lif wa Nasyr LTN NU Jawa Barat), Yuniar Dwi Setyawati, Siti Charijah Biang Manalu (Young Interfaith Peacemaker Community Indonesia), kawan-kawan IPNU-IPPNU Depok,
Kepala Sekolah SMP Lazuardi Al Falah, Irma Nurul Fatimah, S. T dalam kata sambutannya menekankan agar para pengurus OSIS untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan meraih ilmu yang akan dipaparkan oleh para pemateri.

Pemateri pertama Wakil Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu Depok), Ust. Abdullah Noer, SS menyampaikan materi manajemen komunikasi dan penguatan Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah.

Sedangkan salah satu pengurus LTN NU Jawa Barat, H. Abdul Hadi Hasan, Lc mengupas Kepemimpinan dalam Islam. Dirinya memulai pembahasan dengan menjelaskan definisi Kepemimpinan dan Islam.

” ketika kita membahas kepemimpinan Islam maka tidak akan pernah lepas dari Al Qur’an dan Sunnah serta pendapat para alim Ulama.

Pemimpin dalam Islam tidak hanya pandai manajemen tapi juga berakhlak dan harus siap berhijrah dan menghadapi berbagai tantangan. “ucap kang Hadi yang memiliki hobi menulis dan dakwah blusukan.

Dirinya melanjutkan bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus memiliki syarat dan faham kondisi faktual serta selalu mendalami sejarah Islam agar mengerti berbagai karakter pemimpin sesuai Al Qur’an.

” Al Qur’an membagi pemimpin menjadi dua bagian, ada pemimpin yang mengajak ke Surga dan ada yang ke Neraka, sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surat Al Ambiya ayat 73 dan Al Qashash ayat 41.” Papar Kang Hadi yang juga pengurus PC Pergunu Kota Depok.

Kang Hadi mempertegas materi kepempimpinan dengan memberikan contoh keberhasilan para pemimpin yang mencontoh Nabi Saw, seperti para sahabat Khulafaur Rasyidin, Keluarga Nabi dan Ulama Nusantara.

” Siapa yang tidak kenal para Khulafa Arrasyidin, mereka berjuang meneruskan kepemimpinan Rasul hingga mempersembahkan segala yang dimilikinya. Harta, keluarga bahkan nyawa.

Sejarawan menjelaskan Para Khalifah ada yang meraih kesyahidan, seperti Sayidina Umar bin Khattab dan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Kw.”

Menurutnya para pemimpin yang berjalan di rel Nabi SAW berjuang hingga tetes darah terakhir demi menebar ilmu, perdamaian dan kedamaian, bahkan ada yang mengorbankan keluarganya, yaitu Cucu Nabi yang bernama Sayidina Husein bin Ali. Hal itu dijelaskan oleh Ibn Jarir Thabari dan Abi Hanafi Addainawari di dalam Kitabnya.

” Mari kaji sejarah dengan baik, sejarah Islam dan Ulama Nusantara, di negeri kita sudah banyak pemimpin yang sukses karena dengan penuh percaya diri memperjuangkan umat dan bangsa, contoh Almagfurlah KH Hasyim Asy’ari dan Almagfurlah KH Abdurahman Wahid Gusdur.” Ucap Kang Hadi.

Pada sesi Jurnalistik dan penyusunan Program OSIS disampaikan oleh ketua IPNU kota Depok, Syahrul menjelaskan teknis membuat tulisan dan sebuah berita, yang mana diera teknologi yang tidak bisa kita hindari, menulis adalah salah satu sarana dalam berdakwah, terutama Dakwah bil Qolam di media sosial, tujuannya untuk mensyiarkan ajaran Agama mengajak masyarakat dalam menjaga dan mempertahankan kesatuan, terutama Negri kita ini yang ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai negri yang majemuk, kita punya pondasi yang sangat kuat yang negri lain tidak memiliki, yaitu Ideologi Pancasila yang asasnya bersumber dari Al Quran dan Hadir, ujar ketua IPNU Depok dihadapan peserta LDKS.

Suasana kegiatan sangat intetaktif dan banyak materi yang di sampaikan oleh para tutor selama dua hari kedepan.

Leave A Reply