GURU-ASWAJA.COM Senin, tanggal 18 Maret 2019 Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC. Pergunu) Majalengka melakukan temu wicara dengan Bapak Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono Slk., M.Si. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan pembahasan terkait peran strategis guru sebagai agent of chance dalam membentuk mind set generasi muda untuk tidak terlibat dalam cyber-hoax dan paham radikalisme. Hal tersebut mengingat guru merupakan central point di dunia pendidikan yang tidak hanya bertugas untuk melakukan transfer of knowledge tapi juga harus melakukan transfer of culture and values. Oleh karena itu, guru-guru perlu diedukasi tentang bahaya hoax dan radikalisme sehingga bisa melakukan upaya preventif terhadap peserta didiknya agar tidak terlibat dalam hoax dan radikalisme.
Menanggapi hal tersebut, Bapak Kapolres pun sepakat bahwa pihak kepolisian bisa bersinergi dengan guru-guru untuk mencerdaskan masyarakat, terutama para peserta didik di lingkungan tempat mengajarnya agar menjadi intelek-intelek muda yang anti hoax dan menolak paham radikalisme. Maka, beliau pun akan mendukung program PC. Pergunu Majalengka untuk memberikan pemahaman kepada guru-guru di kabupaten Majalengka tentang bahaya hoax dan radikalisme.
Lebih lanjut, menurut Bapak Kapolres dengan banyaknya berita hoax yang beredar saat ini dapat memicu banyak dampak negatif, seperti menimbulkan kepanikan, menyulut kebencian, penghinaan hingga hasutan untuk melakukan fitnah, kekerasan, dan kerusuhan yang berujung pada terganggunya keamanan dan ketertiban di masyarakat. Maka dari itu, Kapolres sangat menyambut baik itikad dari para pengurus PC. Pergunu Majalengka untuk ikut serta dalam memerangi hoax dan radikalisme.
