Pergunu Jabar, Pentingnya Insentif Guru Ngaji di Tengah Covid-19

Share

Berita yang beredar yang dapat menerima manfaat pemerintah hanya kaum buruh, masyarakat miskin, korban PHK dan lain – lain, padahal guru ngaji dan para pimpinan pondok beserta tokoh masyarakat pun perlu di perhatikan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bendahara Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat, H Ujang Syahid di Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur, Ahad, 19/04/2020.

Lebih lanjut, H Ujang Syahid menjelaskan bahwa suasana rutinitas guru ngaji dan Pimpinan Pondok Pesantren sama tidak ada kegiatan, karena pandemi covid-19.

“Sangat banyak guru ngaji yang kehidupannya ada di kelas menengah ke bawah sangat mayoritas “ucap H Ujang Sahid yang juga merupakan kepala SMP Al-Ittihad Cianjur.

Lebih lanjut, H Ujang Syahid menyesalkan atas kebijkan pemerintah pusat dan daerah hanya menyiapkan 9 program yang digulirkan untuk pengentasan kemiskinan khususnya dampak wabah pandemi covid-19, sembilan program tersebut, yaitu; Program PKH, Program kartu sembako, Banpres (bantuan Presiden), Kartu prakerja, 30% dana desa, Bansos Kemensos, Bansos Provinsi, Bansos kota/kabupaten, dan Nasi bungkus

“Dari semua mata anggaran dan 9 program tersebut ada dua point yg sudah berjalan sekian tahun dan 7 program nya lagi yang akan dilakukan, miris nya dari 9 program tersebut tidak ada keterpihakan secara spesifik untuk para guru ngaji, ustadz, ulama, dan kiai kiai kampung yang terdampar efek covid -19” tutur H Ujang Syahid yang akrab di panggil kang Uje.

Kang Uje meminta agar pemerintah pusat dan daerah memperhatikan secara khusus kepada guru ngaji, Pimpinan Pondok Pesantren dan tokoh masyarakat.

“Mereka merupakan para pejuang agama yang secara historis adalah pejuang kemerdekaan dan yang mempertahankan NKRI yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat dan daerah di tengah-tengah pandemi covid-19” tutur Kang Uje aktivis muda NU Jawa Barat.

Leave A Reply